"Tiga minggu perkenalan,
seolah telah membawa aku melewati banyak hal.
Perkenalan yang tanpa sengaja,
aku menemukan warna baru yang berbeda dari biasanya.
Aku dipertemukan dengan yang sangat menyenangkan.
Tetapi tidak banyak yang tahu,
ternyata ia memiliki titik yang paling sunyi di dalam hatinya.
Sudut yang kosong tanpa isi,
diam dan hampa.
Mungkin ia menunggu sampai ada yang mengisi sudut itu,
entah untuk berapa lama.
Ia seorang yang sangat terbuka dan jujur tentang dirinya.
Tidak lari,
tidak pernah bersembunyi.
Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa rasanya begitu nyaman di dekatnya.
Terima kasih sudah menemani sampai hari ini,
mengajarkan kekuatan untuk berjalan."
A poem by --